Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Ustadz, saya seorang akhwat yang baru hijrah. Alhamdulillah sudah mulai belajar baca al-Qur’an dan berusaha shalat lima waktu tidak bolong.
Untuk shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, tidak ada masalah. Tapi untuk Isya’ dan Shubuh terasa berat. Teman saya bilang orang yang shalat Shubuhnya selalu lewat, telinganya jadi ‘toilet’ syetan. Benarkah itu? Perlukah saya diruqyah?
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.
(Fatiyyah, Kemayoran Jakarta Pusat)
Wa’alaikum salam Wr. Wb.
Bismillah walhamdulillah, kami bersyukur atas hijrahnya Ukhti. Semoga Allah senantiasa menambahkan hidayah dan taufiq-Nya pada Ukhti sekeluarga, serta pembaca lainnya.
Shalat adalah tiang agama, siapa yang menegakkan shalat berarti telah menegakkan agamanya. Siapa yang meninggalkannya secara keseluruhan atau sebagian, berarti telah merobohkan agamanya. Rasulullah bersabda, “Perbedaan antara kita (orang muslim) dengan mereka (nonmuslim) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi). Shalat juga merupakan amalan penentu bagi kebaikan amalan lainnya. Jangan heran kalau syetan sangat gencar menggoda orang yang shalat agar tidak khusu’, atau menghalangi orang yang hendak shalat agar tidak jadi shalat.
Di antara shalat lima waktu, memang Isya’ dan Shubuh lebih berat godaan dan rintangannya. Siang hari lelah dengan aktivitas harian. Saat Isya’ datang rasa kantuk pun datang. Apalagi Shubuh, yang waktunya berada dalam puncak kenikmatan tidur bagi orang yang suka begadang atau tidur larut malam. Rasulullah mengingatkan umatnya, “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafiq melebihi shalat Shubuh dan Isya’. Seandainya mereka tahu (besarnya pahala) pada keduanya, pasti mereka akan melaksanakannya walau harus dengan merangkak.” (HR. Muttafaqun‘alaih). Jadi, orang yang masih merasa berat untuk melaksanakan shalat Isya’ dan Shubuh, berarti di hatinya telah tersemai benih-benih kemunafikan. Maka, bersegeralah membersihkannya sebelum benih tersebut tumbuh, mengakar, dan berkembang biak.
Benar apa yang dikatakan teman Ukhti, orang yang shalat Shubuhnya sering lewat menandakan telinganya telah dijadikan ‘toilet’ oleh syetan. Dalam sebuah hadits Ibnu Mas’ud berkata: disebutkan kepada Rasulullah seorang laki-laki yang tidur malam hingga pagi, lalu Rasulullah bersabda, “Itu adalah orang yang kedua telinganya atau salah satunya dikencingi syetan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Untuk menghindari kencing syetan, lakukanlah ruqyah mandiri berikut ini. Tidur jangan larut malam, bacalah al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas, lalu tiupkan ke telapak tangan dan usapkan ke seluruh tubuh. Tambahlah ayat kursi dan doa tidur. Pejamkan mata dengan berniat bangun sebelum Shubuh. Bila terbangun, segera berdoa dan berdiri dari pembaringan dan jangan ditunda, bersegeralah ambil air wudhu. Insya Allah telinga Ukhti tidak akan jadi ‘toilet’ syetan lagi. Selamat berjihad melawan godaan syetan terlaknat! Wallahu A’lam.